Efektifitas Relaksasi Slow Deep Breathing Dan Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea

Neni Rustini* -  STIKes Abdi Nusantara
Feva Tridiyawati -  STIKes Abdi Nusantara, Indonesia

ABSTRACT

 

Pain is one of the problems felt by Sectio Surgery patients. The negative impacts caused by pain in Post-Section Caesarea mothers, namely limited physical mobilization, disruption of bonding attachments, limited daily living activities, Early Initiation of Breastfeeding is not being fulfilled properly, reduced nutrition for the baby because the mother is still in pain due to Sectio Caesarea, decreased sleep quality, becomes stressed and anxious or anxious, and is afraid of having surgery again. Slow Deep Breathing and Benson relaxation is one of the non-pharmacological interventions in pain management. To determine the effectiveness of slow deep breathing relaxation and Benson relaxation on reducing pain intensity in patients with post-section cesarean section. Quantitative research. Using quasi-experimental, this research used one group pre-test-post-test design. The technique for collecting samples used a purposive sample of 54 respondents, 27 respondents in the slow deep breathing group and 27 respondents in the Benson group. Slow deep breathing relaxation and Benson relaxation both have effectiveness in reducing pain intensity in patients with post-section Caesarea (p-Value = 0.000). Based on the analysis of statistical test results, it can be concluded that there is a significant difference between the intensity of pain before and after being given the intervention of the Slow Deep Breathing relaxation technique and Benson's Relaxation in post-SC patients so that these two interventions are effective in reducing pain scale in SC patients.

 

Keywords: Post Sectio Caesarea, Slow Deep Breathing, Benson

 

ABSTRAK

 

Nyeri merupakan salah satu masalah dirasakan oleh pasien  Operasi Sectio Dampak negatif yang ditimbulkan karena nyeri pada ibu Post Operasi Sectio Caesarea, yaitu mobilisasi fisik menjadi terbatas, terganggunya bonding attachment, terbatasnya activity daily living, Inisiasi Menyusui Dini tidak terpenuhi dengan baik, berkurangnya nutrisi bayi karena ibu masih nyeri akibat Operasi Sectio Caesarea, menurunnya kualitas tidur, menjadi stres dan cemas atau ansietas, dan takut apabila dilakukan pembedahan kembali. Relaksasi Slow Deep Breating dan Benson merupakan salah satu intervensi Non Farmakologi dalam penatalaksanaan nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas relaksasi slow deep breating dan relaksasi benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post section caesarae. Jenis penelitian kuantitatif Menggunakan quasi eksperimen, penelitian ini menggunakan rancangan one group pre test - post test design. Teknik pengumpulan sanple menggunakan purposive sample  sebanyak 54 responden, 27 responden kelompok slow deep breathing dan 27 responden kelompok benson. Relaksasi Slow deep breating dan relaksasi benson sama-sama memiliki efektifitas dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post Section Caesarea (p Value =0.000). Berdasarkan analisa hasil uji statistic dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik relaksasi Slow Deep Breating dan Relaksasi Benson pada pasien post SC sehingga kedua intervensi ini efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien SC

 

Kata kunci: Post Sectio Caesrea, Slow Deep Breathing, Benson

 

  1. Andarmoyo, S. (2017). Konsep dan Proses keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
  2. Aprina, dkk. (2018). Latihan Slow Deep Breathing dan Aromaterapi Lavender terhadap Intensitas Nyeri pada Klien Post Seksio Sesaria . Jurnal Kesehatan Volume 9, Nomor 2. http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK (Diakses pada tanggal 19 Oktober 2021)
  3. Batubars, I. dkk. (2015). Pengaruh Relaksasi Benson terhadap Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Kota Padangsidimpuan. Jurnal Kesehatan Volume 7, Nomor 2. Diakses 25 Oktober 2021
  4. Benson, H., Proctor, W. (2000). Dasar Dasar Respon Relaksasi : Bagaimana menghubungkan Respon Relaksasi Dengan Keyakinan Pribadi Anda. Alih Bahasa oleh Nurhasan. Bandung : Kalifah.
  5. Ismonah, C. A. (2015). Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post ORIF di RS Telogorejo Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 1(1) (Diakses pada tanggal 19 Oktober 2021)
  6. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kemenkes RI
  7. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI
  8. Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Chassion K. (2013). Buku Keperawatan Maternitas Edisi 8. Penerjemah: dr. Felicia Sidartha & dr. Anesia Tania. Jakarta : Salemba Medika
  9. Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian : Pendekatan Praktis (Edisi 4) Jakarta: Salemba Medika.
  10. Nursalam. (2017). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
  11. P, Padila. (2015). Asuhan Keperawatan Maternitas 1. Yogyakarta: Nuha Medika
  12. Padila, P. (2015). Asuhan Keperawatan Maternitas 1. Yogyakarta: Nuha Medika Purdue,
  13. Potter, P.A, Perry, A. G. (2015). Buku Ajar Fundamental Keparawatan : Konsep, Proses dan praktik, edisi 7 Volume 2. Alih Bahasa: Renata Komalasari,dkk. Jakarta : EGC
  14. Solehati, T. (2018). Terapi Non Farmakologi Nyeri Pada Persalinan: Systematic Review. Jurnal Muhammadiyah 3, 1,50-73
  15. Solehati, Tetty & Kosasih, Cecep E. (2015). Konsep dan Aplikasi Relaksasi dalam Keperawatan Maternitas. Bandung : Refika Aditama
  16. Suzane C Smeltzer, Brenda G. Bare. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. EGC
  17. www.sdgs2030indonesia.org, diakses 18 oktober 2021