Analisis Intervensi Optimalisasi Kemampuan untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Klien Stroke

Wiwie Herdalisa* -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh, Indonesia
Ricky Riyanto Iksan -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tarumanagara, Indonesia
Rima Berlian Putri -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani saleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tarumanagara, Indonesia
Roza Indra Yeni -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tarumanagara, Indonesia
Salamah Thomasita Batubara -  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bani Saleh, Indonesia
Putri Permatasari -  Akademi Keperawatan PELNI Jakarta, Indonesia

ABSTRACT

 

Stroke is a condition that occurs when blood flow to a part of the brain is suddenly disrupted. This condition can have psychological effects including hopelessness and low self-esteem. The purpose of this research is to identify ability optimization, which is a person's ability to move his body until there is independence for a person. This research method is descriptive and case study. The interventions carried out are teaching ROM and motivating patients to use their body parts so that the patient's self-esteem can increase. The results of this study are optimization in stroke patients. The conclusion is that increasing the ability and self-esteem of clients who have had a stroke really needs to be done in stroke patients and other patients.

 

Keywords: Low Self-Esteem, Stroke, Bibliography Optimization

 

 

ABSTRAK

 

Stroke yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak secara tiba- tiba sehingga dapat mengalami gangguan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologi termasuk keputusasaan dan harga diri rendah. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Optimalisasi kemampuan adalah kemampuan seseorang dalam pergerakan tubuhnya sampai adanya kemandirian bagi seseorang. Metode Penelitian ini bersifat deskritif dan studi kasus. Intervensi yang dilakukan adalah mengajarkan ROM dan memotivasi pasien untuk menggunakan bagian tubuhnya sehingga harga diri pasien dapat meningkat.  Hasil Penelitian ini optimalisasi pada pasien stroke. Kesimpulan adanya  peningkatan kemampuan dan harga diri pada klien yang terkena stroke ini sangat perlu dilakukan pada pasien stroke dan pasien lain.

 

Kata Kunci: Harga Diri Rendah, Stroke, Optimalisasi Daftar Pustaka

  1. Brunner., Suddarth. (2014). Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
  2. Budi, Evin, Rahmi, Abdul. (2014). .Scaning pengkajian keperawatan jiwa lanjut
  3. Dadang Hawari. (2014). Manajemen Stress cemas dan Depresi, Edisi ke-1, Jakarta : fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
  4. Budi, Evin, Rahmi, Abdul. (2014). .Scaning pengkajian keperawatan jiwa lanjut
  5. Ghufron dan Risnawati (2014). Teori-teori psikologi, Jogjakarta : Ar-Ruzz Media Group
  6. Herman. (2017). (Direja, Ade Herman Surya. 2011. Buku Asuhan Keperawatan Jiwa. Nuha Medika, Yogyakarta. - dasar Metodologi Penelitian
  7. Ice, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. (2012). Dasar Klinis. Edisi. 5 Jakarta: Sagung Seto
  8. Kaplan HI., Sadock BJ. (2015). Ilmu Keperawatan Jiwa Darurat. Widya Medika. Jakarta. EGC
  9. Keliat, Budi Anna dll. (2015). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa EGC: Jakarta
  10. Lumbantobing. (2013). Stroke; Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
  11. Makhripah D & Iskandar. 2012). (Asuhan Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama.
  12. Mutmainna Burhanuddin, dkk (2012), faktor risiko kejadian stroke pada dewasa dikota awal makassar.
  13. Nursalam. (2017). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: Cv. Sagung Seto
  14. Nursalam. 2013. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  15. Price, Sylvia. A, Lorraine, M. Wilson. (2017). Buku 1 Patofisiologi “Konsep KIlinis Proses-Proses Penyakit", edisi : 4. Jakarta : EGC.
  16. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2017). Pedoman Keperawatan Jiwa. Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI, 2013
  17. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Pedoman Keperawatan Jiwa. Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI, 2013
  18. RSMM. (2019). Pelatihan Asuhan keperawatan Jiwa, Bogor Santrock, 2017 (Sontrock, J. W. 2017. Psikologis Pendidikan (edisi kedua), (penerj. Tri Wibowo B.S)
  19. Sari, Indah. Permata. (2015). Faktor-fakjtor yang berhubungan dengan terjadinya stroke berulang stroke, pada http://milmanyusdi.blogspot.co.id/2011/07/pengertian-kemampuan.html penderita pasca - dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi 5.
  20. Sastroasmoro, Sudigdo. (2014). Dasar Jakarta: Sagung Selo
  21. Shindy, W. Okthavia. (2013). Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Pada Penderita Pasca Stroke, tingakat https://www.academia.edu/7534980/Askep_kdm_berjudul Self Esteem
  22. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B Bandung: Alfabeta.
  23. Susilawati. (2015). Konsep Dasar Keperawatan Jiwa. Edisi 1. Jakarta: EGC
  24. Tarwoto, Wartonah. (2013). Kebutuhan Dasar manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: salemba Medika, 2013
  25. Wirawan, R. P. (2019). Rehabilitasi Stroke Pada Pelayanan Kesehatan Primer. Majalah Kedokteran Indonesia, Volume : 59, Nomor: 2, februari 2019.
  26. Yosep. (2019). (Yosep, Iyus, 2017. Keperawatan Jiwa. PT. Refika Aditama, Bandung.