Hubungan Dukungan Keluarga Lamanya Hemodialisa dan Faktor Demografi terhadap Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma Jakarta

Nur Fajariyah* -  Universitas Nasional, Indonesia

ABSTRACT

 

Chronic kidney failure in the world is currently increasing and becoming a serioud health problem, the results of the 2010 Global Burden of Disease study. Chronic kidney disease was the 27th leading couse of death in the world in 1990 and increased to 18th in 2010. More than that’s 2 million people in the world receiving treatment with dialysis turns out to be kidney and only about 10% actually experience this treatment. Ten percent of the world’s population suffer from chronic kidney disease and millions die every year because they do not have access to treatment. In the United States experiencing End Stage Renal Disease (ESRD), approximately 113,136 cases occurred in 2011, the main couses being diabetes and hypertension with the highest number of cases being found at the age of over 70 years. Research in the United States is 2.3 times the risk of experiencing CKD for people who consume two or more glasses of cocacola per day. The aim of the study was that this research wasconducted to find out the description of family support, duration of hemodialysis and demographic factor for non-adherence of hemodialysis patiens at RSAU dr. Esnawan Space Halim Perdanakusuma Jakarta With measurenments using a quantitative approach. The research design is purposive with a sample of 71 respondents. Methods of date collection by filling out questionnaires. The results showed that there was a significant relationship between family support with a p-value of 0,038 <0,05, duration of hemodialysis with a p-value of 0,005 <0,05 and non-adherence of patients undergoing hemodialysis at RSAU dr. Esnawan Space Halim Perdanakusuma Jakarta. In conclusion, there is a significant relationship between family support, duration of hemodialysis and non-adherence of hemodialysis patients with a p-value <0,05, no signiant relationship with demographic factors (age, gender, education and knowledge) with a p-value >0,05 on non-adherence of hemodialysis patients at RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma Jakarta.

 

Keywords: Chronic Kidney Failure, Family Support, Duration of Hemodialysis, non-adherence, Hemodialysis

 

 

 

ABSTRAK

 

Penyakit gagal ginjal kronis di dunia saat ini mengalami peningkatan dan menjadi masalah Kesehatan serius, hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010. Penyakit Ginjal kronis merupakan penyebab kematian penringkat ke 27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke 18 pada tahun 2010. Lebih dari 2 juta penduduk di dunia mendapatkan perawatan dengan dialysis transplantasi ginjal dan hanya sekitar 10% yang benar-benar mengalami perawatan tersebut. Sepuluh persen penduduk di dunia mengalami Penyakit Ginjal Kronis dan jutaan meninggal setiap tahun karena tidak mempunyai akses untuk pengobatan. Di Amerika Serikat mengalami End Stage Renal Disease (ESRD), sekitar 113.136 pasein terjadi pada tahun 2011, penyebab utamanya adalah diabetes dan hipertensi dengan jumlah kasus terbanyak ditemukan pada usia lebih dari 70 tahun. Penelitian di Amerika Serikat resiko 2,3 kali mengalami PGK bagi orang yang mengkomsumsi kokakola dua gelas atau lebih per hari. Tujuan penelitian adalah Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran dalam dukungan keluarga, lamanya hemodialisa dan faktor demografi terhadap ketidakpatuhan pasien hemodialisa di RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma Jakarta dengan pengukuran menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah purposive dengan jumlah sampel 71 responden. Metode pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan p-value 0,038 < 0,05, lamanya hemodialisa dengan p-value 0,005 < 0,05 dengan ketidakpatuhan pasien menjalani hemodialisa di RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma Jakarta. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan (bermakna) dukungan keluarha, lamanya hemodialisa terhadap Ketidakpatuhan Pasien hemodialisa dengan p-value < 0,05, tidak ada hubungan yang bermakna faktor demografi (Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Pengetahuan) dengan nilai p-value > 0,05 terhadap ketidakpatuhan pasien hemodialisa di RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma Jakarta.

 

Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Dukungan Keluarga, Lamanya Hemodialisa, Ketidakpatuhan, Hemodialisa

 

  1. Carpenito, Lynda Juall. (2000). Buku
  2. saku diagnosa keperawatan. Edisi 8 Jakarta : EGC.
  3. Denny M Ruku. (2011). Tasis.
  4. Hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan dan elektrolit pada pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisa di rumah sakit advent bandung.
  5. Freudenberger, H. J. (1974). Staff
  6. burn‐out. Journal of social issues, 30 (1), 159-165. Diperoleh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Burnout_(psychology). (diakses 10 September 2014 pukul 21.00)
  7. Husna, A. (2014). Skripsi. Perbedaan
  8. tingkat kepatuhan pasien hemodialisa Berdasarkan jenis kelamin dalam mematuhi diet di RSU. Dr. Prigadi Kota Medan.
  9. Ibu, P., & Prodi, D. I. K. (2012).
  10. Tesis. Hubungan pengetahuan tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care.
  11. Imelda Tharob (2014). Tesis.
  12. Hubungan dukungan keluarga terhadap mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
  13. Kamaludin. (2009). Analisis faktor-
  14. faktor yang mempengaruhi kepatuhan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jurnal keperawatan soedirman
  15. Ketut Suwitra. (2007). Pusat
  16. penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta Pusat.
  17. Kim, Y., Evangelista 1.S., Phillips,
  18. L.R., Pavlish. C., & Kopple, J.D. (2010). The end-stage renal disease adherence questionnaire (ESRD-AQ) : Testing The Psychometric Properties in Patients receiving in-center Hemodialysis. Nephrology Nursing Jurnal, 37 (4). 377-393
  19. Laurie Simmons (2009) Dorthea
  20. orem’s Self care Theory Related to nursing practice in hemodialysis
  21. Lita Kartika Sari (2009). Faktor-faktor
  22. yang berhubungan dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di ruang hemodialisa RSUP Fatmawati Jakarta.
  23. Kutner, N.G. (2001). Improving
  24. compliance in dialysis patiens: Does anything work?sSeminars in dialysis, 14 (5), 324-327.
  25. Leggat, J.E. (2005). Adherence with
  26. dialysis: A focus on mortality risk. Seminars in dialysis, 18 (2), 137-141.
  27. Luknis Sabri (2011). Statistik
  28. kesehatan. Cetakan ke-6. Karisma putra utama offset.
  29. Mary Baradero. (2008). Klien
  30. gangguan ginjal, editor Monica Ester, Esty Wahyuningsih. Jakarta: EGC.
  31. McDonald Hp, Grag AX, Hayners RB.
  32. (2002). Interventions to enhance patiens adherence to medication prescription. JAMA 288: 2868-2879.
  33. Murphy, N., & Canales, M. (2001). A
  34. Critical analysis of compliance. Nursing iquiry, 8, 173-181.
  35. Nursalam (2011). Konsep dan
  36. penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. pedoman skripsi,tesis, dan instrumen penelitian keperawata. Editor: Tim Editor Jakarta : Salemba Medika.
  37. Nita Syamsiah. (2011). Faktor-faktor
  38. yang berhubungan dengan kaptuhan pasien CKD yang menjalani Hemodialisa di RSPAU Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdana kusuma Jakarta.
  39. Pratiwi Yusuf, B., & Endang Nur, W.
  40. (2013). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diit pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat
  41. jalan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
  42. Purwanto, N. H., & Ns, S. K. (2013).
  43. Hubungan pengetahuan tentang diet diabetes mellitus dengan kepatuhan pelaksanaan diet pada penderita diabetes mellitus.
  44. Patricia Gonce Morton. et.al. (2011).
  45. Keperawatan kritis: pendekatan asuhan holistik. Alih bahasa, Nike Budhi Subekti; editor edisi bahasa indonesia, Fruriolina Ariani dkk, edisi 8. Jakarta: EGC.
  46. Rahmawaty Manyoe (2014). Hubungan
  47. dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam melakukan tindakan hemodialisa di rsud dr.m.m dunda limboto
  48. Raziansyah, Widyawati, Adi Utarini. (
  49. . Pengalaman dan harapan pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Jurnal manajemen pelayanan kesehatan.
  50. Rini, S. (2013). Hubungan antara
  51. dukungan keluarga terhadap kepatuhan dalam pembatasan asupan nutrisi dan cairan pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa.
  52. Smeltzer, Suzanne C . (2002). Buku
  53. ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth Edisi 8. Jakarta : EGC.
  54. Sulistyaningsih, D. R. (2012).
  55. Efektivitas training efikasi diri pada pasien penyakit ginjal kronik dalam meningkatkan kepatuhan terhadap intake cairan. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 50 (128), 11-25.
  56. Suharyanyo, Toto (2009). Asuhan
  57. keperawatan pada klien dengan gangguan sistem perkemihan. Jakarta: TIM.
  58. Sundari (2011). Hubungan dukungan
  59. keluarga dengan kepatuhan klien gagal ginjal kronik menjalani terapi hemodialisis di ruang hemodialisa siloam hospitals surabaya.
  60. Yoko Yokoyama, dkk. (2009). Dialysis
  61. staff encouragement and fluid control adherence in patients on hemodialysis. Nephrologi Nursing Jurnal. Vol. 36 No. 3
  62. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/ginjal-kronis (Aulia, 2017) Diambil hari Jum’at, tanggal 12 Agustus 2022 pukul 17.44 wib