Hubungan Efikasi Diri Dengan Stress Keluarga Dimasa New Normal Covid-19

Yusrini Yusrini* -  Program Studi Ilmu Keperawatan S1 STIkes Bani Saleh, Indonesia
Wiwie Herdalisa -  Program Studi Ilmu Keperawatan S1 STIkes Bani Saleh, Indonesia
Resti Yuli Oktavia -  Program Studi Ilmu Keperawatan S1 STIkes Bani Saleh, Indonesia
ABSTRACT 

The new normal period is an effort to return the lives of citizens to normal with new adaptations as an effort to save people's lives and keep the country empowered to carry out its functions. So as not to cause emotional and physical and psychological pressure. Efforts to overcome family stress in the new normal, one of which is by getting back up after going through the covid-19 pandemic. Families need to have good self-efficacy. Self-efficacy is an individual's belief in his ability to be able to control and carry out tasks in order to achieve a goal. To purpose provide an overview of the relationship between self-efficacy and family stress in the new normal period of covid-19. This type of research is quantitative with a descriptive quantitative research design with a cross sectional approach, namely the variables in the research object are measured or collected at the same time. The sample size is 256 people. The sampling technique used in this research is random sampling. The results of the statistical test of the relationship between self-efficacy and family stress in the new normal covid- 19 through the chi square test obtained p-value = 0.000, p value < (0.05) which means H0 is rejected, so it can be concluded that there is a significant relationship between self-efficacy and family stress in the new normal covid-19. Based on the results of this study, there is a significant relationship between self-efficacy and family stress during the new normal covid-19. It is hoped that further researchers will develop research to look for educational factors that cause the relationship between self-efficacy and family stress in the new normal covid-19.

 

Keywords: Self-Efficacy, Covid-19, New Normal, Family Stress

 ABSTRAK

 

Masa new normal merupakan upaya mengembalikan kehidupan warga secara normal dengan adaptasi baru sebagai upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga negara agar tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya. Agar tidak menimbulkan emosi dan tekanan fisik maupun psikologisnya. Upaya untuk mengatasi stress keluarga dimasa new normal, salah satunya dengan bangkit kembali setelah melewati pandemi covid-19. Keluarga perlu memiliki efikasi diri yang baik. Efikasi diri adalah keyakinan individu akan kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengendalikan serta menjalankan tugas guna tercapainya suatu tujuan. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran tentang Hubungan Efikasi Diri Dengan Stress Keluarga Dimasa New normal covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional yaitu variable pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan kala waktu yang bersamaan. Besar sampel yaitu 256 orang. Tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah random sampling. Hasil uji statistik hubungan efikasi diri dengan stress keluarga dimasa new normal covid-19 melalui uji chi square didapatkan p-value = 0,000, nilai p < α (0,05) yang artinya H0 ditolak, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan stress keluarga dimasa new normal covid-19. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan stress keluarga dimasa new normal covid-19. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya mengembangkan penelitian untuk mencari faktor pendidikan yang menyebabkan hubungan efikasi diri dengan stress keluarga dimasa new normal.

 

Kata Kunci: Efikasi Diri, Covid-19, New Normal, Stress Keluarga
  1. Adiputra. (2021). Metode Penelitian Kesehatan.
  2. Anggita, M. &. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan.
  3. Arciniegas Paspuel, O. G., Álvarez Hernández, S. R., Castro Morales, L. G., & Maldonado.
  4. Adicondro, N., & Purnamasari, A. (2011). Efikasi Diri, Dukungan Sosial Keluarga Dan Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas Viii. HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal, 8(1), 17. https://doi.org/10.26555/humanitas.v8i1.448
  5. Akademik, K. R. S. (2018). Universitas airlangga. 031, 2018.
  6. Diri, E., Mahasiswa, P., Universitas, D. I., & Aurellia, F. (2022). Hubungan kecemasan masa depan.
  7. Databoks. (2022). Update Vaksinasi Nasional. https://databoks.katadata.co.id/datapubli sh/2022/04/20/update-vaksinasi- nasional-total-dosis-1-mencapai-198- 53-juta-rabu-20-4-
  8. KEMENKES. (2020). Koordinasi Kegiatan Promosi Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Pusat serta Daerah dalam Pencegahan COVID-19. Https://Promkes.Kemkes.Go.Id/Koordin asi-Kegiatan-Promosi-Kesehatan- Masyarakat-Dan-Pemberdayaan- Masyarakat-Pusat-Serta-Daerah- Dalam-Pencegahan-Covid-19.
  9. Kupriyanov, R., & Zhdanov, R. (2014). the eustress concept: problems and outlooks. worldjournal of medical science, 11(2),179-185. doi: 10.5829/idoisi.wjms.2014.11.2.8433.
  10. Lin, S. H., & Huang, Y. C. (2014). (2016). Life stress and academic burnout.
  11. Moh Muslim. (2020). Moh . Muslim : Manajemen Stress pada Masa Pandemi Covid-19 ” 193. Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192–201.
  12. Maulana, Ifan, and Ilham Nur Alfian, ‘Pengaruh Efikasi Diri Dan Penyesuaian Diri Terhadap Stres Akademik Pada Mahasiswa Masa Pandemi COVID-19’, Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1.1 (2021), 829–36.
  13. Maryam, S. (2017). Stres Keluarga: Model Dan Pengukurannya. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 1(2), 335–343. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia. v1i2.920
  14. Mayangsari, S. R. (2022). Hubungan efikasi diri dengan kecemasan akademik selama pembelajaran kuliah online pada mahasiswa baru. https://eprints.umm.ac.id/87839/
  15. Nadhifah, M., & Suprihatin, T. (2021). Hubungan antara Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Keluarga dengan Stres pada Ibu Rumah Tangga Berpendidikan Tinggi yang Tidak Bekerja. 3(November), 181–193.
  16. NIES, M. A. (2015). Keperawatan Kesehatan Komunitas dan Keluarga.
  17. Notoatmodjo. (2012). Metode penelitian kesehatan.
  18. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. jakarta, Rineka Cipta.
  19. Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (Edisi 4 Bu). Yogyakarta: Salimba Medika.
  20. Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. (4th ed).
  21. Philip Kotler dan AB Susanto. (2020). Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat, 2000), hal. 7.4(1), 7.
  22. Prihandini, S., & Primana, L. (2020). Efikasi Diri Kesehatan Mental sebagai Mediator antara Dukungan Suami dengan Kelekatan Ibu-Janin. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(2), 112. https://doi.org/10.20473/jpkm.v5i22020.112-124
  23. Rohmah, N. (2021). Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi Covid-19. Al- MIKRAJ: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 1(2), 78–90.
  24. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
  25. Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
  26. Sugiyono, P. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif (1st ed).
  27. Sujarweni. (2019). The Master Book Off Spss.
  28. Suratno, Farida Kohar, Ali Idrus, & Suci Pratiwi. (2020). Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Efikas iDiri Terhadap Motivasi Berwirausaha Serta Dampaknya Terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (Fkip).
  29. Universitas Jambi. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(4), 318–332. https://doi.org/10.31933/jimt.v1i4.120
  30. Swarjana. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi.
  31. Syafitri, N. M. (2020). Manajemen stres kerja.
  32. Trisliatanto, D. A.(2020). Metodologi Penelitian Panduan Lengkap Penelitian dengan mudah (Giovvani). ANDI.