Hubungan Pekerjaan Dan Media Informasi Dengan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Deteksi Dini Pendengaran Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung

Muslim Kasim, Astri Pinilih, Upik Pebriani, Anantya Tolimareta

Sari


ABSTRACT

 

Hearing loss can occur at any age from birth to old age, but sometimes these are not realized, especially in babies. The incidence of deafness in newborns is 0.001% to 0.5% and increases in infants with risk factors reaching 1% -5%. Early detection of hearing loss and appropriate intervention can avoid these consequences. Therefore, parent’s knowledge about early detection of hearing in infants is needed. The factors that affect knowledge, one of which is work and information media. To determine the correlation between occupation and information media with parent's knowledge about early detection of hearing in newborn baby at Mitra Husada Hospital Pringsewu Lampung. This study used an observational analysis design andmethod cross-sectional. The sampling used in this study was a total sampling technique with a total of 60 respondents. The results of the Spearman's correlation test analysis showed a correlation between occupation and parent’s knowledge with a p-value = 0.024 (p-value <0.005) with a correlation value of 0.292, which indicates that the correlation between occupation and parent’s knowledge is positive, which means someone who works can improve knowledge of the person. And the results of the analysis of the relationship between information media and parent’s knowledge obtained a p-value = 0.000 p-value <0.005) with a correlation value of 0.544 which shows that the correlation between information media and parent’s knowledge is positive, which means that the more someone is exposed to information, the better someone's knowledge about it. There was a correlation between work and information media with parent's knowledge of the early detection of hearing newborn babies at Mitra Husada Hospital, Pringsewu Lampung

 

Keywords : Parent’s knowledge, Early Hearing Detection, Occupation, Information Media

 

ABSTRAK

 

Gangguan pendengaran dapat terjadi pada semua usia sejak lahir hingga usia lanjut, namun terkadang tidak disadari terutama pada bayi. Insidensi ketulian pada bayi baru lahir 0,001% - 0,5% dan meningkat pada bayi dengan faktor risiko mencapai 1%-5%. Deteksi dini gangguan pendengaran dan intervensi yang tepat dapat menghindari konsekuensi ini. Maka dari itu pengetahuan orang tua terhadap deteksi dini pendengaran pada bayi sangat diperlukan. Adapun faktor yang mempengaruhi pengetahuan salah satunya pekerjaan dan media informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pekerjaan dan media informasi dengan pengetahuan orang tua terhadap deteksi dini pendengaran bayi baru lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan analisis observasional dan metode cross-sectional. pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 60 responden. Hasil analisis uji korelasi Spearman’s menunjukkan adanya hubungan pekerjaan dengan pengetahuan orang tua dengan nilai p-value = 0.024 (p-value < 0,005) dengan nilai korelasi sebesar 0.292 yang menunjukkan korelasi antara pekerjaan dengan pengetahuan orangtua bernilai positif  yang artinya seseorang yang bekerja dapat meningkatkan pengetahuan orang tersebut. Dan hasil analisis hubungan media informasi dengan pengetahuan orang tua dengan nilai p-value = 0.000 p-value < 0,005) dengan nilai korelasi sebesar 0.544 yang menunjukkan korelasi antara media informasi dengan pengetahuan orangtua bernilai positif  yang artinya semakin banyak seseorang terpapar informasi maka semakin baik pengetahuan seseorang. Terdapat hubungan pekerjaan dan media informasi dengan pengetahuan orang tua terhadap deteksi dini pendengaran bayi baru lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung.

 

Kata Kunci: Pengetahuan Orang Tua, Deteksi Dini Pendengaran, Pekerjaan, Media Informasi.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Davis, A. C., & Hoffman, H. J. (2020). Hearing loss: rising prevalence and impact. 19–22.

Fansen. (2020). “Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini Di Paud Yasporbi Kota Bengkulu”. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Harpini, A. (2019). Infodatin Tunarungu 2019. Retrived from https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-tunarungu-2019.pdf.

Hilger, P. A. (2002). Boeis Buku Ajar THT Edites by H. Effendi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kusumangi, H., & Purnami, N. (2020). Newborns Hearing Screening With Otoacoustic Emissions and. J Community Med Pub Health, 1(1).

Mailina, N. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Orang Tua Tentang Deteksi Dini Pendengaran Pada Bayi Baru Lahir Di Poliklinik Tht Rs Cipto Mangunkusumo Jakarta. Perpustakaan FIK UMJ.

Montilei, V. F., Pelealu, O. C. P., & Palandeng, O. I. (2016). Kesehatan telinga siswa di SMP Negeri 4 Pineleng. E-CliniC, 4(2), 4–8. https://doi.org/10.35790/ecl.4.2.2016.14393

Muyassaroh. (2017). Deteksi Dini dan Habitasi Gangguan Dengar pada Bayi dan Anak. 4(2), 139–142.

Notoatmodjo, S. (2013). Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi (Revisi). Jakarta: Rineka cipta.

Notoatmodjo. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.

¬¬¬¬Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.

Prasanti, D. (2017). Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital. IPTEK-KOM. 19 (2).

Roberts, M. Y., & Hampton, L. H. (2018). Exploring cascading effects of multimodal communication skills in infants with hearing loss. Journal of Deaf Studies and Deaf Education, 23(1), 95–105. https://doi.org/10.1093/deafed/enx041

Santrock, John W. (2009). Adolescence perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga

Sitepu, Y. Y. E., & Panggabean, E. (2019). Sitem Pakar untuk Identifikasi Panyakit Telinga dengan Menggunakan Metode Teorema Bayes. Jurnal Teknik Dan Informatika, 6(1), 1–6.

Snell, R. S. 2011. Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. Edites by A. Suwaharjo & Y. L. Antoni. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Soepardi, E. A., Iskandar, N., Bashiruddin, J., & Restuti, R. D. (2007). Buku Ajar THT FK UI. Jakarrta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Soetjiningsih. (2017). Tumbuh Kemband Anak. In S. Joko (Ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wahyuni. (2018). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Widuri, A., Alazi, & Arifianto, Muhammad. (2019). The Influence of Parents Knowledge and Health Care Access to the Identification of Children with Hearing Impairment. Berkala Kedokteran. 5(2), 121. https://doi.org/10.20527/jbk.v15i2.7142.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i2.4052

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Creative Commons License

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License