Hubungan Lingkungan dan Sosial Budaya dengan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Deteksi Dini Pendengaran Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung

Muslim Kasim, Upik Pebriani, Astri Pinilih, Amira Ainulwidad

Sari


ABSTRACT:THE CORRELATION BETWEEN ENVIRONMENT AND SOCIO-CULTURAL WITH PARENT’S KNOWLEDGE TO EARLY DETECTION OF HEARING FOR NEWBORN BABY AT MITRA HUSADA HOSPITAL PRINGSEWU LAMPUNG

 

Introduction: The incidence of deafness in newborns is 0.001% to 0.5% and increases in infants with risk factors reaching 1% -5%, which occurs in about 4-6 babies in 1000 live births in developing countries. Newborn hearing screening is a program to reduce the increasing incidence of hearing loss in the world. Knowing the child's hearing condition from an early age is an important thing to do where parental knowledge plays a role in early detection of hearing in infants. One of the factors that influence knowledge is environment and socio-culture.

Purpose: To determine the environmental and socio-cultural relationship with parents' knowledge about early detection of hearing in newborns at Mitra Husada Pringsewu Hospital, Lampung.

Method: The design of this study was an observational analytic with adesign cross sectional. The sample selection used total sampling of 60 respondents.

Results: The data obtained were analyzed using thetest Chi-Square which showed that there was a significant relationship between the environment and parental knowledge where the p-value was 0.000 (p-value <0.005) with an OR of 13.00 and 95% CI 3.11-54.26 and the results of the analysis between social culture with parental knowledge showed significant results where the p-value was 0.015 with OR 4.42 and 95% CI 1.27-15.38.

Conclusion: There is a significant relationship between environment and socio-culture with parents' knowledge of early detection of hearing of newborns at Mitra Husada Pringsewu Hospital, Lampung.

 

Keywords : Parent’s knowledge, Early Hearing Detection, Environment, Socio-cultural

 

 

INTISARI : Hubungan Lingkungan Dan Sosial Budaya Dengan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Deteksi Dini Pendengaran Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung

 

Latar Belakang:  Insidensi ketulian pada bayi baru lahir 0,001-0,5% dan meningkat pada bayi dengan faktor risiko mencapai 1%-5%, dimana terjadi pada sekitar 4-6 bayi pada 1000 kelahiran hidup. Skrining pendengaran bayi baru lahir merupakan program untuk mengurangi angka kejadian gangguan pendengaran di dunia yang semakin meningkat. Mengetahui kondisi pendengaran anak sejak dini merupakan hal yang penting, dimana pengetahuan orang tua berperan terhadap deteksi dini pendengaran pada bayi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah lingkungan dan sosial budaya.

Tujuan: Mengetahui hubungan lingkungan dan sosial budaya dengan pengetahuan orang tua tentang deteksi dini pendengaran pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung.

Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah analitik observational dengan rancangan Cross Sectional. menggunakan Total Sampling sebanyak 60 responden.

Hasil: Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan dengan pengetahuan orang tua dimana p-value ­0.000 (< 0,005) dengan OR 13.00 dan CI 95% 3.11-54.26 dan hasil analisis antara sosial budaya dengan pengetahuan orangtua menunjukkan hasil yang signifikan dimana p-value 0.015 dengan OR 4.42 dan CI 95% 1.27-15.38.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan dan sosial budaya dengan pengetahuan orang tua terhadap deteksi dini pendengaran bayi baru lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung.

 

Kata Kunci: Pengetahuan Orang Tua, Deteksi Dini Pendengaran, Lingkungan, Sosial Budaya


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abduh, M. N. (2018). Ilmu dan rekayasa lingkungan. Makassar: Sah Media.

Azwar, Saifuddin. (2011). Sikap manusia, Teori dan pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Chamarelza, S. (2018). Gambaran Otoacoustic Emission Pada Berat Badan Lahir Rendah Di Rsup Dr.M.Djamil Padang Tahun 2017-2018. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Padang

Davis, A. C., & Hoffman, H. J. (2020). Hearing loss: rising prevalence and impact. 19–22.

Dariyo. (2009). Psikolgi Perkembangan Remaja.Edisi Revisi. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Fitria, Y. (2016). Sikap Siswa terhadap Sosial Budaya di Kabupaten Banyuwangi ( Studi Deskriptif Analisis ). Seminarasean 2nd psychology & humanity psychology forum UMM, 19–20.

Harpini, A. (2019). Infodatin Tunarungu 2019. Retrived from https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-tunarungu-2019.pdf.

Hilger, P. A. (2002). Boeis Buku Ajar THT. Edites by H. Effendi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kumurur, V. A. (2008). Pengetahuan, Sikap Dan Kepedulian Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Terhadap Lingkungan Hidup Kota Jakarta. Ekoton.

Kusumangi, H., & Purnami, N. (2020). Newborns Hearing Screening With Otoacoustic Emissions and. J Community Med Pub Health, 1(1).

Manesah, D. (2017). Aspek Sosial Budaya Pada Film Mutiara Dari Toba Sutradara William Atapary. Jurnal Proporsi, 2(2).

Mailina, N. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Orang Tua Tentang Deteksi Dini Pendengaran Pada Bayi Baru Lahir Di Poliklinik Tht Rs Cipto Mangunkusumo Jakarta. Perpustakaan FIK UMJ.

Mutakin, A. (2018). Apa Lingkungan Itu ? Geoarea, 1(2). 65 - 68.

Notoatmodjo, S. (2013). Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi (Revisi). Jakarta: Rineka cipta.

Notoatmodjo. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.

¬¬¬¬Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.

Palasari, W Dan Purnomo, D.I.S.H. (2012). Keterampilan Ibu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Terhadap Tumbuh Kembang Bayi. Volume 5, No. 1, Juli. STIKES RS Baptis. Kediri

Saragih, S. G., Sinaga, F., Sinaga, N. B. (2013). Hubungan Lingkungan Sosial dengan Efektivitas Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan Santo Borromeus. Jurnal Pendidikan tentang Lingkungan Sosial Diakses pada 23 November 2017, dari http://www.ejournal.stikesborromeus.ac.id/jurnal.php?detail=jurnal&file=jur

Snell, R. S. (2011). Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. Edites by A. Suwaharjo & Y. L. Antoni. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Soepardi, E. A., Iskandar, N., Bashiruddin, J., & Restuti, R. D. (2007). Buku Ajar THT FK UI. Jakarrta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Umanailo, M. C. B. (2016). Buku Ajar Ilmu Sosiologi Dasar. Fam Publishing.

Widowati, A. (2015). Modal Sosial Budaya Dan Kondisi Lingkungan Sehat Dalam Pembinaan Prestasi Olahraga Pelajar. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Widuri, A., Susyanto, B. E., & Supriyatiningsih. (2019). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kesadaran Untuk Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Pada Bayi Baru Lahir. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan.

Widuri, A., Alazi, & Arifianto, Muhammad. (2019). The Influence of Parents Knowledge and Health Care Access to the Identification of Children with Hearing Impairment. Berkala Kedokteran. 5(2), 121. https://doi.org/10.20527/jbk.v15i2.7142.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v1i4.4051

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Creative Commons License

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License