Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Anak Usia Sekolah

Prima Dian Furqoni* -  D3 Keperawatan Universitas Malahayati, Indonesia
Yuliani Yuliani -  Universitas Malahayati, Indonesia

Latar Belakang : Pada anak usia sekolah mengalami penambahan aktivitas pembelajaran di sekolah. penyebab stres di Indonesia mencapai 82,8% yang berasal dari rutinitas anak yang sangat padat. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi stress belajar adalah senam otak. Senam otak adalah rangkaian kegiatan gerakan sederhana yang digunakan untuk merangsang kerja dan fungsi otak secara maksimal.

Tujuan : Diketahuinya pengaruh senam otak terhadap tingkat stres belajar pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Srengsem Kecamatan Panjang Bandar Lampung tahun 2020.

Metode:Penelitian iniadalah penelitian kuantitatif. Design penelitian Quasi Experimental. Rancangan penelitian yang digunakan  adalah one group pre test-Post test design. Jumlah sampel 18 anak, teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik paired T-Test.

Hasil: didapatkan penurunan nilai mean pada siswa sebelum diberikan perlakuan senam otak adalah 13,89 dengan standar devisiasi 2,447 dan setelah diberikan senam otak menjadi 8,89 dengan standar deviasi 2,111. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value < 0,05.

 

Simpulan: terdapat pengaruh senam otak terhadap tingkat stres  belajar pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Srengsem Kecamatan Panjang Bandar Lampung tahun 2020.
  1. Aprina & Anita. (2016). Riset Penelitian. Bandar Lampung: Universitas Malahayati.
  2. Aryani, F. (2016). Stres Belajar. Sulawesi Tengah: Edukasi Mitra Grafika
  3. Dikir, Y., Badi'ah, A., & Fitriana, L. B. (2016). Senam Otak (Brain Gym) Berpengaruh Terhadap Tingkat Stres pada Anak Usia Sekolah Kelas V di SD Negeri Pokoh 1 Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 4(2), 70-74.
  4. El-Mahirah, N. A. (2017). Pengaruh Senam Otak Terhadap Kecemasan Sosial pada Anak Usia Prasekolah (5-6 Tahun) di Tk. Aisyiyah IV Katangka, Kab. Gowa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
  5. Hidayat, A.,A (2017). Metedologi Penelitian Keperawatan dan Kesehatan. Jakarta Sealatan: Salemba Medika.
  6. Zainaro, M. A. (2021). The Leadership and Motivation on Inpatient Compliance in Preventing the Risk of Patients Falling. Psychology and Education Journal, 58(2), 241-253.
  7. Munandar, U.(2017). Psikologi Belajar. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
  8. Muhammad, A.(2011) Dahsyatnya Senam Otak. Jogyakarta:Diva Press.
  9. Notoatmodjo. (2010).Metodologi Penelitian Kesehatan: Rineka Cipta
  10. Nugroho, D.(2019). Seni Melatih Pikiran Dan Daya Ingat Setajam Silet. Yogyakarta: Araska Publishier.
  11. Putri, D.M.P.,& Amalia.R.N. (2019). Terapi Komplementer Konsep Dan Aplikasi Dalam Keperawatan. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.
  12. Sari, O.,F. (2010), tentang Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Pada Anak Usia Sekolah Kelas 4 Dan 5 Di SD Negeri Wojo Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta
  13. Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta.
  14. Sutopo, B. (2018) Pengaruh Senam Otak ( Brain Gym) Terhadap Tingkat Kejenuhan Siswa di SMP 3 Jombang Kelas VIII (Doctoral dissertation, STIKES Insan Cendekia Medika Jombang).
  15. Yurisaldi. (2010). Melatih Otak Anti Lupa Metode Dahsyat Braun Gym Dengan Hanacaraka. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  16. Yunianto, J., & Khusnal, E. (2014). Pengaruh Senam Otak terhadap Perilaku Temper Tantrum pada Anak Usia Prasekolah di TK Al Ikhlas Nglempongsari Ngaglik Sleman (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
  17. Saifudin, M. (2019). Pengaruh Senam Latih Otak (Brain Gym) terhadap Motivasi Belajar Siswi Kelas XI MA Ruhul Amin Yayasan SPMAA Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Jurnal Surya, 11(02), 46-53.
  18. Rahmawati, A. (2012). Hubungan Antara Kejadian Stres, Motivasi Belajar, Partisipasi Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa tingkat TI STIKes Muhammadiyah Pringsewu Program Studi D III Keperawatan Tahun 2011. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1).