Hubungan Dukungan Keluarga Dan Tingkat Pendidikan Pasien Terhadap Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral Pasien Hiv Aids Di Poli Rsud Dr. Drajat Prawiranegara Serang Banten

Dalfian Adnan TH -  Universitas Malahayati, Indonesia
Ahmad Kheru -  Universitas Malahayati, Indonesia
Dede Marwan* -  Universitas Malahayati, Indonesia

 

ABSTRACT: RELATIONSHIP ON FAMILY SUPPORT AND PATIENT EDUCATION ON COMPLIANCE WITH HIV AIDS PATIENTS OF ANTIRETROVIRAL DRUGS AT POLI RSUD DR. PRAWIRANEGARA DRAJAT SERANG BANTEN

 

Background: Antiretroviral therapy (ART) means treating HIV infection with several drugs. There are major obstacles around the world in improving ART adherence. Several factors are predisposition factors, namely education levels, and driving factors, namely family support. The higher the level of education of a person, the more obedient the person is in undergoing treatment, and the more encouragement the family gets, the more obedient to treatment.

Purpose: This study aims to determine the relationship between family support and patient education level with adherence to taking antiretroviral drugs for HIV-aids patients in dr. Drajat Prawiranegara Serang Banten.

Research Method: This type of research is quantitative analytic with a cross-sectional approach. The sample of this study was 75 respondents who had met the inclusion criteria. The level of education, family support, and medication intake were assessed using a questionnaire. Data analysis used the chi square test where p <0.05 was considered significant.

Results: The highest number of PLHIV family support at the Serang Banten Regional General Hospital in 2020 was 39 people (52.0%), greater than the 36 respondents who did not receive family support (48.0%). There were 7 people living with HIV with family support and disobedience (17.9%), 18 people living with HIV without family support and disobedience, 32 people living with HIV receiving family support and obedience ), as well as PLWHA who do not receive family support and obey as many as 18 people (50.0%) with a value of p = 0.007 (p <0.05) and 95% CI and OR 4.57 (1.6-13.02) times greater than not being able to support the family. The education level of PLWHA at the Serang Banten Regional General Hospital in 2020 was mostly low education respondents (SMP and SMA), namely as many as 47 people (62.7%), greater than respondents with high education (Academy / Bachelor) only 28 people (37, 3%). There were 21 people with low education and non-compliance with HIV / AIDS, 4 people with higher education and non-adherence (14.3%), 26 people living with HIV with low education and obedience (55, 3%), as well as PLWHA with higher education and obedience as many as 24 people (85.7%) with a value of p = 0.014 (p <0.05) and CI 95% and OR 4.846 times greater than those with low education.

Conclusion: There is a significant relationship between family support and education level with adherence to taking ARV drugs in PLHIV.

 

Keywords: Family support and education level, compliance with ARV medication, PLWH


ABSTRAK: HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENDIDIKAN PASIEN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL PASIEN HIV AIDS DI POLI RSUD DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA SERANG BANTEN

 

Latar belakang : Terapi antiretroviral (ART) berarti mengobati infeksi HIV dengan beberapa obat. Terdapat kendala utama di seluruh dunia dalam meningkatkan kepatuhan ART beberapa faktor adalah faktor presdisposisi yaitu Tingkat pendidikan dan faktor Pendorong yaitu dukungan keluarga. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin patuh orang tersebut dalam menjalani pengobatan dan semakin dapat dorongan keluarga maka semakin patuh dalam menjalani pengobatan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat pendidikan pasien terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral pasien hiv aids di poli rsud dr. drajat prawiranegara serang banten tahun 2020

Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 75 responden yang telah memenuhi criteria inklusi. Tingkat pendidikan, dukungan keluarga dan kepatuan minum obat dinilai menggunakan alat kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi squere dimana nilai p<0,05 dianggap bermakna.

Hasil : Dukungan keluarga ODHA di Rumah Sakit Umum Daerah Serang Banten Tahun 2020 terbanyak adalah berjumlah 39 orang (52.0%), lebih besar dari responden yang tidak mendapat dukungan keluarga berjumlah 36 orang (48,0%). ODHA dengan mendapat dukungan keluarga dan tidak patuh sebanyak 7 orang (17,9%), ODHA Tidak mendapat dukungan keluarga dan tidak patuh sebanyak 18 orang (50,0%), ODHA Mendapat dukungan keluarga dan patuh sebanyak 32 orang (82,1%), serta ODHA Tidak mendapat dukungan keluarga dan patuh sebanyak 18 orang (50,0%) dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05) dan CI 95% serta OR 4,57 (1,6-13,02) kali lebih besar dibandingkan dengan tidak dapat dukungan keluarga. Tingkat pendidikan ODHA di Rumah Sakit Umum Daerah Serang Banten Tahun 2020 terbanyak adalah responden pendidikan rendah (SMP dan SMA) yaitu sebanyak 47 orang (62.7%), lebih besar dari responden yang berpendidikan tinggi (Akademi/ Sarjana)  hanya berjumlah 28 orang (37,3%).ODHA dengan pendidikan rendah dan tidak patuh sebanyak 21 orang (44,7%), ODHA dengan pendidikan tinggi dan tidak patuh sebanyak 4 orang (14,3%), ODHA dengan pendidikan rendah dan patuh sebanyak 26 orang (55,3%), serta ODHA dengan pendidikan tinggi dan patuh sebanyak 24 orang (85,7%) dengan nilai p = 0,014 (p < 0,05) dan CI 95% serta OR 4,846 kali lebih besar dibandingkan dengan pendidikan rendah.

Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat ARV pada ODHA.

 

Kata kunci: Dukungan keluarga dan tingkat pendidikan, Kepatuhan Minum Obat  ARV, ODHA

  1. Anastasya E,R,W. (2014). Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral (Arv) Penderita Hiv/Aids Di Poliklinik Puspa Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Tahun 2014.
  2. Debby.C., Sianturi S.R, & Susilo W,H. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Arv Pada Pasien Hiv Di Rscm Jakarta dalam situs:https://www.researchgate.net Diakses pada 16 Februari 2020.
  3. Djoerban, Z, & Djauzi, S . (2015). HIV/AIDS Di Indonesia .Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI 2015. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  4. Kemenkes RI. (2018). Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan III Tahun 2018.
  5. Kemenkes RI. (2019). Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan III Tahun 2019.
  6. Komisi penanggulangan AIDS. (2015). Strategi dan rancangan aksi Nasional 2015-2019 Jakarta.
  7. Maulana. A, E. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Retro Viral (ARV) Pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
  8. Nurihwani. (2017).Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di puskesmas Jumpandang baru tahun 2017.
  9. UNAIDS. (2016). Gelobal AIDS updeat 2016.
  10. Ubra, RR. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Minum ARV Pada Pasien HIV Di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tahun 2012.Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia.
  11. Yayasan Spiritia. (2015). Informasi dasar edisi 25 januari 2015 .Yayasan Spiritia.
  12. Yayasan Spiritia. (2016). Hidup Dengan HIV-AIDS edisi desember 2016 .Yayasan Spiritia.
  13. Zainaro, M. A. (2021). The Leadership and Motivation on Inpatient Compliance in Preventing the Risk of Patients Falling. Psychology and Education Journal, 58(2), 241-253.