Hubungan Hygiene Sanitasi Pelaku Industri Rumahan Terhadap Cemaran Eschericia Coli pada Tahu Khas Lombok

Aldimas Auli Arrahman* -  Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
Musyarrafah Musyarrafah -  Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
Diani Sri Hidayati -  Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
Halia Wanadiatri -  Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia

ABSTRACT

 

Contamination of food by microorganism agents is a worldwide health problem. Food is a good intermediary agent for these bacteria to develop. Factors that influence the occurrence of food contamination, namely poor personal hygiene, unhealthy food handling methods and unclean food processing. Poor sanitation can be a cause for the emergence of Escherichia coli bacteria, causing bad smell, sour taste, and mucus in tofu production. If consumed, tofu contaminated with Escherichia coli bacteria can cause digestive ailments, such as diarrhea. The purpose of this research is to determine the relationship between sanitation hygiene and Eschericia coli bacteria contamination in tofu home industries in Abian Badan Village, Sandubaya District, Mataram City, NTB. This research is an analytic survey research with a cross-sectional approach. Laboratory examination using conventional methods of microbiological testing using EMB media. The weighed samples were mixed using 225 ml of distilled water and then diluted 5 times for each sample. The sample data obtained was then analyzed using SPSS version 23. The results of the study were obtained from 15 respondents, most of the samples had good sanitation hygiene including 11 respondents (73.3%) who had personal hygiene for tofu production houses with good criteria, 12 respondents (80%) who had sanitation processing facilities with good criteria and 10 respondents (66.66%) who had food sanitation with good criteria. There is a significant relationship between sanitary hygiene and Eschericia coli bacteria contamination in tofu home industries in Abianbuh Village, Sandubaya District, Mataram City, NTB.

 

Keywords: Hygiene, Sanitation, Tofu, Eschericia Coli.

 

 

ABSTRAK

 

Kontaminasi makanan oleh agen mikroorganisme merupakan masalah kesehatan dunia. Makanan adalah perantara yang baik bagi bakteri ini untuk berkembang. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kontaminasi makanan yaitu higiene perorangan yang kurang baik, cara penanganan makanan yang tidak sehat dan pengolahan makanan yang tidak bersih. Sanitasi yang buruk dapat menjadi penyebab munculnya bakteri Escherichia coli, menyebabkan bau tidak sedap, rasa asam, dan lendir pada produksi tahu. Jika dikonsumsi, tahu yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli dapat menyebabkan penyakit pencernaan, seperti diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan cemaran bakteri Eschericia coli pada industri rumah tangga tahu di Desa Abian Badan Kecamatan Sandubaya Kota Mataram NTB. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemeriksaan laboratorium menggunakan metode konvensional yaitu pengujian mikrobiologi menggunakan media EMB. Sampel yang telah ditimbang dicampur dengan menggunakan 225 ml akuades kemudian diencerkan sebanyak 5 kali untuk masing-masing sampel. Data sampel yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian diperoleh dari 15 responden, sebagian besar sampel memiliki higiene sanitasi yang baik diantaranya 11 responden (73,3%) yang memiliki higiene perorangan rumah produksi tahu dengan kriteria baik. Sanitasi sarana pengolahan makanan dengan kriteria baik sebanyak 12 responden (80%) dan sanitasi makanan dengan kriteria baik sebanyak 10 responden (66,66%). Ada hubungan yang signifikan antara higiene sanitasi dengan cemaran bakteri Eschericia coli pada industri rumah tangga tahu di Desa Abianbuh Kecamatan Sandubaya Kota Mataram NTB.

 

Kata Kunci: Kebersihan, Sanitasi, Tahu, Eschericia Coli.

  1. Ahmad, S. (2016). profil kesehatan indonesia 2014 (Vol. 4, Issue 1). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  2. Awaliah, A. I. N., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., Ilmu, D. A. N., & Yogyakarta, U. M. (2020). Hubungan Antara Hygiene Sanitasi Dengan Keberadaan Angka Kuman Pada Tahu Di Industri Tahu rumahan Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 1, 76.
  3. Ayumi. 2022. Gambaran Hygienen dan Sanitasi Pada Reproduksi Tahu dan Tempe di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. POLTEKKES Bengkulu
  4. Bakti, J., Indonesia, M., Barus, T., Ratna, Y., Wulandari, E., Hutagalung, R. A., & Wydia, A. (2019). Pelatihan Membuat Tahu Yang Sehat Pada WKRI Paroki St. Maria Fatima, Sentul City, Bogor. 2(1), 145–154.
  5. Cherul. 2021. Penerapan Hygiene dan Sanitasi Rumah Tangga Pengolahan Tahu di Kelurahan Bara-Baraya Kota Makassar. Universitas Muslim Indonesia
  6. Elmayanti, W. (2021). Strategi Pengembangan Home Industri Tahu di Kecamatan Masbagik Kab Lombok Timur. Fakultas Pertanian Universitas Gunung Rinjani, 1, 60.
  7. Faqih, A., Kurniati, E., & Suciati, T. (2019). Analisis Kelayakan Usaha Industri Kecil Tahu. 2(1), 31–37.
  8. Fikri, Achmad Ali. 2021. Keadaan Hygiene Sanitasi Pada Pabrik Tahu di Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara Tahun 2021. Volume 11 No.1
  9. Floridiana, Z. (2019). Analisis Higiene Penjamah Makanan dan Sanitasi Lingkungan Pada Industri Rumah Tangga Tahu Jombang 2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 75. https://doi.org/10.20473/jkl.v11i1.2019.75-82
  10. Hadi, nur samsu. (2019). Hubungan Antara Higiene Sanitasi Dengan Keberadaan Angka Kuman Pada Tahu di Rumah Industri Tahu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Pedoman Perawatan Masyarakat Klinik 2, 3, 1–9.
  11. Isroin, L., & Andarmoyo, S. (2012). Buku Personal Hygiene (1st ed.). Graha Ilmu.
  12. Iswadi, D. (2021). Modifikasi Pembuatan Tahu Dengan Penggunaan Lama Prendeman, Lama Penggilingan dan Penggunaan Suhu. 5(1), 1–30.
  13. Juliana, N., & Megasari, W. O. (2021). Analisis Kualitas Tahu Melalui Penerapan Good Manufacturing Practices ( GMP ) Industri Rumah Tangga UD . Sari Makmur Desa Wakobalu Analysis Quality of Tofu the Application of Good Manufacturing Practice ( GMP ) Home Industri UD . Sari Makmur Wakobalu Vill. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 100–107.
  14. Kemenkes RI. (2006). Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia (Sdm) Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Kesehatan, 13.
  15. Masturoh, I., & T, N. A. (2018). Metodologi Penelitian kesehatan: Volume 5 Nomer 6
  16. Muhith, A., Hannan, M., & Mawaddah, N. (2015). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Masker Dengan Gangguan Saluran Pernapasan Pada Pekerja di PT Bokormas Kota Mojokerto. pertama, 34.
  17. Nacing, N., Irawan, A., Pertiwi, S. R. R., & Aminullah. (2020). Analisis Kandungan Mikroba, Formalin, dan Timbal (pb) Pada Tahu Sumedang yang Dijual di Daerah Macet CICURUG, Ciawi, dan Cisarua Jawa Barat. Jurnal Agroindustri Halal, 7(1), 25–34.
  18. Negara, I. C., & Prabowo, A. (2018). Penggunaan Uji Chi–Square untuk Mengetahui Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Umur terhadap Pengetahuan Penasun Mengenai HIV–AIDS di Provinsi DKI Jakarta. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Terapannya 2018, 1–8.
  19. Nussy, G. B. K. (2021). Gambaran Penerapan Prinsip Higiene Sanitasi Makanan di Kantin PT . Semen Indonesia ( Persero ) Tbk , Tuban , Jawa Timur. 245–250. https://doi.org/10.20473/amnt.v5i3.2021.
  20. Rachman, T. (2018). Total Bakteri, Kekenyalan dan sifat Sensori Tahu Putih Dengan Perendeman Larutan Kitosan Berdasarkan Lama Simpan Pada Suhu Ruang. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 13.
  21. Rahayu, W. P., Nurjanah, S., & Komalasari, E. (2018). Escherichia coli: Patogenitas,Analisis, dan Kajian Risiko. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 5.
  22. Rahmayani, R. D., & Simatupang, M. M. (2019). Analisis Pengaruh Higiene Penjamah Dan Sanitasi Makanan Terhadap Kontaminasi E. Coli Pada Jajanan Sekolah. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 164-178.
  23. Salam, N. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. In P. L. Peni (Ed.), Salemba Medika (5th ed., Vol. 5). Salemba Medika.
  24. Sallihidayati, N., Elida, S., & Putri, E. (2021). Analisis Higienie Sanitasi Pengolahan Makanan dan Pemeriksaan Eschercia coli Makanan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh. 1(November), 96.
  25. Sandika, Y., & Mulasari, S. A. (2019). Hubungan antara Higiene Sanitasi Pedagang dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli pada Milkshake. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 13(1), 30–36.
  26. Setiadi, I., Ariyanto, E., Arsyad, M., & Arsyad, M. (2021). Hubungan Personal Hygiene dan Perilaku Merokok Dengan Kelelahan Diusia Produktif Kelurahan Kota Baru Hulu Tahun 2021.
  27. Subekti, S. (2011). Pengolahan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas. 61–66.
  28. Sudaryantiningsih, C., & Suryo Pambudi, Y. (2021). Kondisi personal hygiene dan sanitasi pabrik tahu di sentra industri tahu kampung krajan mojosongo surakarta dan pengaruhnya terhadap hygienitas tahu yang diproduksi. 2(11), 39.
  29. Utami, V. H. B., & Suryani, L. (2013). Efektifitas Penerapan Berwudhu dalam Menurunkan Angka Kuman pada Tangan, Mulut dan Hidung Perawat. Mutiara Medika, 13(1), 43–48.
  30. Widianto, C. S., & Pambudi, Y. S. (2021). Analisa Cemaran Eschericia Coli dan Salmonella SP Serta Kualitas Fisik Tahu ditinjau dari Sanitasi Pabrik Tahu di Sentra Industri Tahu Krajan Mojosongo Surakarta. Intelektiva : Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora Analisa, 03(03), 1–11.
  31. Widyastuti, Nurmasari & Almira, V. G. (2019). Higiene dan Sanitasi dalam Penyelenggaraan Makanan. In K-Media.
  32. Wijaya, S. N., Aprilia, C., & Yahya, T. (2021). Deteksi Bakteri Enteropatogen Pada Produk Makanan Jajanan Tahu. 2, 147.
  33. Wulandari, K., & Wahyudin, D. (2018). Sanitasi Rumah Sakit. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  34. Yahya, D., Widyastuti, S., & Werdiningsih, W. (2018). Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu Tahu yang Direbus Akar Ilalang Sebagai Pengawet Alami Selama Penyimpanan Suhu Ruang. Analytical Biochemistry, 11(1), 1–5.
  35. Yulianto, Hadi, W., & Nurcahyono, J. . . (2020). Hygiene Sanitasi DAN K3 (1st ed.). Graha Ilmu.