Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Activity Daily Living pada Anak Tunagrahita di SLB Athallah Sungai Rumbai

Melia Sari* -  Universitas Dharmas Indonesia, Indonesia
Astuti Ardi Putri -  Universitas Dharmas Indonesia, Indonesia
Sri Fawziyah -  Universitas Dharmas Indonesia, Indonesia

Supp. File(s): common.other

ABSTRACT

 

Independence is important for mentally retarded children and needs to be trained as early as possible so that children do not depend too much on other people. Family support is very important for children with mental retardation, because if they do not get support from family and the environment it will cause obstacles to their development and independence. To determine the relationship between family support and independence in daily living activities for mentally retarded children at SLB Athallah Sungai Rumbai in 2023. The research method used is a correlation method with a cross sectional approach. The sampling technique in this study is total sampling. The results of this study indicate that 26 respondents (52%) received family support and 28 persons (56%) were not independent. The statistical test results showed that there was a relationship between family support and independence in activity daily living (p value = 0.009> 0.05). To increase the independence of mentally retarded children in carrying out daily activities, support from the family is needed. Therefore it is suggested to Athallah Sungai Rumbai SLB teachers to provide education to families to always provide informational, instrumental, emotional and assessment support so that children can be independent in carrying out their daily activities.

 Keywords : Family Support, Independent Daily Living Activity, Mental Mental Disability.

 

 

ABSTRAK

 

Kemandirian merupakan hal yang penting bagi anak tunagrahita dan perlu dilatih sedini mungkin agar anak tidak bergantung berlebihan kepada orang lain. Dukungan keluarga sangat penting bagi anak dengan tunagrahita, karena jika tidak mendapatkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan akan menyebabkan hambatan pada perkembangan dan kemandiriannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living pada anak tunagrahita di SLB Athallah Sungai Rumbai tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden 26 orang (52%) mendapatkan dukungan keluarga dan 28 orang(56%) tidak mandiri. Hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living dengan (p value = 0,009> 0,05). Untuk meningkatkan kemandirian pada anak tunagrahita dalam melakukan kegiatan sehari-hari dukungan dari keluarga sangat diperlukan. Oleh karena itu disarankan kepada guru-guru SLB Athallah Sungai Rumbai untuk memberikan edukasi kepada keluarga untuk selalu memberikan dukungan secara informasional, instrumental, emosional dan penilaian supaya anak bisa mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

 

Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kemandirian Activity Daily Living, Tunagrahita.

Supplement Files

  1. Dewi, R. (2005). Berbagai Maslah Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Hardywinoto, S. (2005). Panduan Gerontologi. Jakarta: Grenmedia.
  3. Imansyah, M. R., & Muhid, A. (2022). Upaya Meningkatkan Kemandirian Pada Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Kemandirian Adl (Activity Of Daily Living). Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 21(1), 5257.Https://Jurnal.Poltekesos.Ac.Id/Index.Php/Peksos/Article/View/536
  4. Indahwati, S., Haeriyah, S., & Ratnasari, F. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Dalam Kehidupan Sehari-Hari Anak Tunagrahita Di Sekolah Khusus Ykdw 01 Karawaci Tangerang. Nusantara Hasana Journal, 1(1), 95–101. Http://Nusantarahasanajournal.Com/Index.Php/Nhj/Article/View/226
  5. Maidartati, Sri Hayati, Eva Siti Aminah. (2019). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keman Dirian Perawatan Diri Anak Retardasi Mental Ringan-Sedang Slb Cilalengka.
  6. Mubarok, Z., Anggraini, M. T., & Noviasari, N. A. (2022). Hubungan Family Support System Terhadap Kemandirian Activity Of Daily Living Anak Tunagrahita Di Kota Semarang. Jurnal Unimus, 4(1).
  7. Nursalam. (2008). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.
  8. Sekarningrum, E. H. (2020). Hubungan Antara Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Lansia Ke Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sempaja Samarinda. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
  9. Syahda, S. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kemandirian Anak Retardasi Mental Di Sdlb Bangkinang Tahun 2016. Jurnal Basicedu, 2(1), 43–48. Https://Doi.Org/10.31004/Basicedu.V2i1.25
  10. Wafiq, J. (2016). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Activity Daily Living An Ak Tunagrahita Di Slb Air Randah Wilayah Kerja Puskesmas Gadut Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016. 2016.
  11. Wanta, M. J. (2007). Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita Mampu Latih. 2007.